Ada Jejak Pahlawan Halim Perdanakusuma di Sumur Eksplorasi ENC-02

99

SUMENEP, Kabarjatim.id-
Pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 milik Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Migas, PT. Energi Mineral Langgeng di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, ternyata ada keterlibatan keluarga besar Pahlawan Nasional Abdul Halim Perdanakusuma.

Menurut keterangan Mohamad Nur Hidayat, Direktur Utama PT Roda Drilling Nusantara (RDN), Rig RDN 101 yang digunakan untuk pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 milik keluarga besar Abdul Halim Perdanakusuma. Pahlawan nasional asal Kabupaten Sumenep yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama jalan di Kota Sumekar.

“Ayah mertua saya adalah kakak dari Om Halim, yang merupakan anak kedua dari R. Bahauddin Wongsotaruno,” ujar Nur Hidayat.

Dari latar belakang keluarga tersebut, boleh dikatakan perusahaan dan rig tersebut adalah milik warga pribumi Sumenep. Sebutan pribumi, menurutnya, dalam arti warga negara Indonesia yang aslinya berasal dari Sumenep.

Pengusaha lulusan S-1 Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut menegaskan, ikatan batin keluarga besar dengan tanah kelahirannya masih terjaga melalui sebuah rumah yang dijadikan panti asuhan.

Baca Juga  Sampaikan Pesan Mensos di Hari Pahlawan, Bupati Jember: Perangi Kebodohan dan Kemiskinan

“Rumah kakek kami di Jalan Halim Perdanakusuma No. 86 Sumenep telah dihibahkan dan saat ini ditempati UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak Sumenep. Ada 54 anak yatim dan terlantar yang tinggal di sana,” urainya.

Pihaknya juga menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya berdiri sejak 2008. Fokus kegiatannya pada pemboran panas bumi serta minyak dan gas bumi. Rig RDN telah mengerjakan pemboran di beberapa lapangan.

Loading...

Antara lain Lapangan Lahendong, Sulawesi Utara dan Kamojang, Jawa Barat. Secara teknik, rig berkapasitas 2.000 tenaga kuda (horse power) itu mampu mengebor hingga kedalaman 6.000 meter.

“Saat ini, kami masih mengerjakan pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02. Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan senang karena mempunyai kesempatan membangun kampung halaman kami bersama PT. EML,” urai pengusaha yang meraih gelar master dari Kyoto University Jepang tersebut.

Nur Hidayat berharap, Pulau Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, dapat lebih maju dan mandiri, khususnya dalam infrastruktur energi, baik listrik maupun bahan bakar minyak.

Baca Juga  Bareng Warga, TNI di Sarirejo Lamongan Perbaiki Saluran Irigasi

Sebelumnya, General Manager PT. EML Sopandi Tossin mengungkapkan, pemilik rig yang digunakan untuk kegiatan pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 adalah warga asli Sumenep. Hal itu diungkapkan Sopandi saat memberikan sambutan dalam upacara tajak sumur yang berlangsung pada Ahad, 9 September 2018 lalu.

Manajer Senior Operasi SKK Migas Jabanusa Indra Zulkarnain yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku sempat terkejut setelah mengetahui pemilik rig yang digunakan dalam pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02 adalah warga asli Sumenep.

Menurut Indra, karena rignya milik orang Sumenep, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sumur ini bisa dibilang 100 persen. “Dari situ saja, investasinya kembali lagi ke warga yang berasal dari Kabupaten Sumenep,” tuturnya beberapa waktu yang lalu.

Teks foto: Rig RDN 101 yang digunakan untuk pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02

Reporter : Anwar Anaz
Editor : Ekoyono

Loading...
Artikulli paraprak500 Pelanggar Ditilang Satlantas Polres Tanjung Perak Sekali Operasi
Artikulli tjetërTilang CCTV Berlaku di Surabaya, Over Speed menjadi Target Utama

Tinggalkan Balasan