Ada Apa Dua Anggota DPRD Jember Datangi LPSK?

10
Dua orang panitia angket DPRD Jember saat berada di kantor LPSK.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Dua orang anggota DPRD Jember yang juga anggota panitia angket hari ini, Kamis (13/2/2020) mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta.

Kedua orang anggota dewan tersebut adalah David Handoko Seto dan Agusta Jaka Purwana.

Menurut Agusta Jaka Purwana yang juga Sekertaris DPC Partai Demokrat Jember melalui sambungan telepon mengatakan dirinya dengan David Handoko Seto ke Jakarta untuk meminta LPSK melindungi salah satu saksi kasus korupsi.

“Kita berdua sengaja datang ke LPSK untuk memintakan perlindungan terhadap saksi Fariz (M Fariz Nurhidayat),” kata Agusta.

Agusta menambahkan, Fariz harus dilindungi karena dianggap saksi kunci.

“Fariz ini saksi kunci yang terlebih Dodik (Irawan Sugeng Widodo) mantan pimpinannya saat ini juga sedang ditahan di Lapas (lembaga pemasyarakatan). Sehingga rawan diintimidasi,” tambahnya.

Baca Juga  Kucurkan Anggaran Rp 84,8 Milyar, Bupati Gresik Minta APK Pilkada Ditertibkan

Saat berada di LPSK dua orang wakil rakyat Jember tersebut ditemui Wakil Ketua LPSK dan salah satu ketua divisi.

Loading...

“Tadi kita ditemui Wakil Ketua LPSK Brigjen Pol Achmadi dan salah satu ketua divisi Pak Basuki,” katanya.

Pihak LPSK sendiri ternyata sudah memonitor pengakuan saksi Fariz. Bahkan untuk memberikan perlindungan LPSK akan datang ke Jember pekan depan.

“Pekan depan LPSK akan ke Jember untu berkoordinasi dengan APH (Aparat Penegak Hukum),” katanya.

Pihak Panitia Angket sendiri sebelum menemui LPSK telah berupaya melakukan langkah perlindungan terhadap saksi.

“Panitia angket telah meminta Kalapas Kelas II A Jember untuk memberikan perlindungan terhadap saksi Fariz. Terkait teknisnya pihak Lapas yang paham,” pungkas Agusta.

Baca Juga  Pemkot Surabaya 'Bunuh' Pendapatan Pekerja Hiburan, 1.000 Pekerja Turun ke Jalan

M Fariz Nurhidayat sendiri seperti dikabarkan sebelumnya saat dimintai keterangan Panitia angket mengunkapkan adanya setoran dana dari rekanan sebesar 10 persen dari nilai proyek kepada Bupati Faida.

Dana untuk Bupati Faida itu dikumpulkan pada satu rekening milik Dodik yang ternyata belakangan diketahui kawan karib Bupati. (*)

Reporter: Rio Christiawan

Loading...

Tinggalkan Balasan