Salah satu ASN di lingkungan Sekertariat DPRD Jember, Lingga Diputra.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Jember saat ini untuk kepentingan absensi tidak perlu antri lagi. Absensi dilakukan dengan memanfatkan teknologi android.

Pemanfaatan teknologi relatif canggih ini adalah salah satu terobosan yang dilakukan Bupati Haji Hendy Siswanto untuk mengejar ketertinggalan menuju Jember menjadi smart city dan smart government.

Abseni pegawai saat ini cukup memakai aplikasi dengan menggunakan telpon pintar masing-masing.

Banyak kelebihan aplikasi absensi digital ini salah satunya adalah fitur pengenalan wajah bagi semua karyawan Pemkab Jember. Aplikasi ini telah diterapkan sejak 1 Juni 2021 di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas, kecamatan dan badan di lingkungan Pemkab Jember, hingga di sekertariat DPRD Jember.

Seperti saat media ini saat melihat salah seorang ASN dilingkungan Sekretariat DPRD Jember yang sedang melakukan absensi kepulangannya melalui smart phone miliknya sendiri kemarin sore pukul 15.00.

“Uji cobanya sudah mulai bulan Mei, dan sudah diberlakukan sejak 1 Juni. Itupun sifatnya masih trial” ujar Lingga Kepala Bagian Umum di Sekretariat DPRD Jember.

Baca Juga  Ribuan Pil dan Narkoba Diamankan dari Pria di Surabaya

Menurut Lingga, dengan puluhan ribu ASN mengakses aplikasi yang sama pada jam yang sama, terkadang masih terlalu lama menunggu untuk berhasil masuk ke aplikasi, sehingga aplikasi absensi secara manual masih dipakai.

“Aplikasi Absensi sementara hanya pagi dan sore, sedang kinerjanya, masing masing personil harus membuat laporan manual dan divalidasi oleh atasannya langsung” jelasnya, Rabu sore (16/6/2021).

Loading...

Diterapkannya absensi digital ini, selain untuk memudahkan laporan, lanjut Lingga, juga sebagai tanggung jawab ASN untuk mendapatkan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai).

“Dengan sistem pengenalan wajah seperti ini, kita (ASN) gak bisa nuker wajah orang. Kalau (pakai sistem) sidik jari itu kan masih bisa pakai jari temannya yang biasa masuk pagi, tapi kalau (sistem pengenalan) wajah gak bisa” pungkasnya.

Dalam laman milik Pemkab Jember, jemberkab.go.id, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir. Mirfano menyampaikan, penerapan ini akan membantu cara kerja pengelolaan admisnistrasi.

Baca Juga  Muscab BPC Gapensi, Pengusaha Milenial Dwi Arya Oktavianto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua

“Aplikasi ini bisa membantu cara kerja pengelolaan administrasi bisa lebih efisien,” katanya, Jum’at 03 Mei 2019 di Hotel Royal Jember.

Aplikasi ini juga akan memudahkan mengontrol surat-surat, memilah surat yang sudah maupun belum ditindaklanjuti.

Sekda mengatakan penerapan aplikasi ini merupakan langkah awal yang baik. Namun, masih banyak lagi tugas Dinas Infokom Kabupaten Jember dalam mengembangkan teknologi informasi untuk menjadikan Jember sebuah daerah yang maju.

Aplikasi ini sudah mulai diterapkan di seluruh dinas sampai kecamatan dan kelurahan. OPD juga telah berkomiten untuk menerapkan aplikasi ini.

“Meski di awal masih belum friendly. Mudah-mudahan cepat dicerna,” katanya.

Aplikasi absensi bertujuan untuk mendukung program kegiatan bupati yakni mendisiplinkan seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Jember.

“Jadi seluruh pegawai ASN Kabupaten Jember harus menerapkan aplikasi absensi. Sehingga mulai dari jam masuk, keluar, terlambat, ijin, sakit bisa termonitor di ruangan bupati,” terangnya.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaPenny Senang DPRD Jember Memaafkannya
Berita berikutnyaDesa Pendem Batu Bentuk Kampung Tangguh “Bersinar”

Tinggalkan Balasan