8 Desa di Banyuwangi Belum Pilkades, Perda No 9/2015 Dilewatkan

39
Anton Sujarwo, Kades Aliyan

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Banyuwangi, Jawa Timur terkesan molor. Setidaknya, terdapat 8 Desa di Bumi Blambangan belum melaksanakan Pilkades serentak.

Atas dasar itu, Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) berharap agar ke-8 Desa itu bisa melaksanakan Pilkades.

“Harapan kami ya segera dilaksanakan. Harusnya kalau sesuai jadwal kemarin ya Desember dilaksanakan. Tapi saat ini belum ada kepastian,” kata Ketua ASKAB Banyuwangi, Anton Sujarwo, SE, Sabtu (9/1/2021).

Adapun, 8 Desa itu diantaranya, Desa Kedunggebang Kecamatan Tegaldlimo, Desa Sumbersari Kecamatan Srono, Desa Gambiran Kecamatan Gambiran, Desa Tegal Arum Kecamatan Sempu, Desa Sumber Anyar Kecamatan Wongsorejo, Desa Licin dan Desa Jelun di Kecamatan Licin serta Desa Buluagung Kecamatan Siliragung.

Loading...
Baca Juga  Pejabat Lama Purna Bakti, Kemenkumham Jatim Dipimpin Pelaksana Tugas

Anton yang juga Kepala Desa (Kades) Aliyan itu juga menyampaikan, 8 desa tersebut seharusnya menggelar Pilkades paling lambat Desember 2020. Itu sesuai Perda No. 9 tahun 2015 tentang pedoman pemilihan pengangkatan pelantikan dan pemberhentian kepala desa dan Perbub No. 39 tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Peraturan Bupati No. 1 tahun 2017 tentang pelaksanaan Perda tersebut.

Hingga memasuki tahun 2021 ini, lanjutnya, Pilkades di 8 daerah tersebut belum digelar. Buntutnya masa jabatan Kades yang telah habis itu diisi oleh pelaksana tugas atau pejabat sementara.

“Ini untuk menjaga situasi masyarakat di desa. Karena Pilkades itu kan rawan gesekan,” tegas Anton.

Sebab itu, ASKAB meminta agar pemerintah segera menggelar pilkades di 8 desa tersebut. Menurutnya, selain rawan terjadi gesekan di desa setempat, sejumlah calon kepala desa juga semakin tinggi pos anggaran yang harus dikeluarkan.

Baca Juga  Barang Bukti Perampokan Toko Emas dari 2 Kg Berkurang 500 Gram !

“Kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Namun sesuai informasi yang diterimanya belum dapat memastikan pelaksanaan pilkades yang tertunda atau molor,” pungkas Anton. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakModus Tremos Emak-Emak dan Kompresor Bapak Gagal Masuk Indonesia
Artikulli tjetërIngat Ojek Bungurasih yang Dibunuh Penumpangnya, Dua Pelaku Ditembak Polisi

Tinggalkan Balasan