Kapolsek Asemrowo dan Kanitreskrim menunjukkan 7 tersangka beserta barang bukti.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)– Satpam perusahaan di pergudangan Margomulyo Permai Blok DD 08, bernama, Askur (52), otaki aksi pencurian. Bersama 6 karyawan lain, pencurian plat besi itu mereka lakukan.

Ke 6 tersangka antaranya, Wareh Subagyo (34) warga Kalianak Timur selaku kernet, Derik Riyanto (34), asal Polo Sawah selaku operator crane, Alvian Dicky Basofi(23), asal Jombang selaku admin, AJ (37) asal Simo selaku kepala gudang, AP (36) asal Candi Lontar Utara selaku ceker.

Kepada polisi, Askur Satpam yang otaki aksi kejahatan mengaku telah melakukan pencurian sebanyak dua kali di tempatnya bekerja.

Askur sendiri sudah bekerja di tempat tersebut sejak tahun 2012. Faktor ekonomi dan adanya celah membuat dia nekat melakukan pencurian berencana.

“Mereka yang terlibat saya yang ajak,” aku Askur.

Modusnya, tersangka berinisial A, DR, WS, ADB bekerja sama menggandakan kunci gudang dan selanjutnya pada malam hari mereka bersama-sama lakukan pencurian.

Baca Juga  Jadi Pasien, Sopir Dibekuk Polisi Surabaya

Peristiwa pencurian dan pengelapan itu terjadi pukul 10.00 di salah satu perusahaan distributor besi di kompleks pergudangan Margomulyo Permai blok DD 08. Unit Reskrim Polsek Asemrowo dibantu Unit Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang mendapat laporan tersebut segera mendatangi lokasi kejadian.

Loading...

“Anggota kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan introgasi para saksi. Termasuk juga mengecek rekaman CCTV,” kata Kapolsek Asemrowo Kompol Hari Kurniawan didampingi Kanitreskrim Iptu Afrizal Akbar Haris, Senin (4/10/2021).

Dari petunjuk dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, ternyata aksi tersebut dilakukan karyawannya sendiri. Tidak lama kemudian polisi berhasil mengamankan 4 pelaku dan dilakukan periksaan guna pengembangan.

“Setelah dilakukan pemerikasaan lebih lanjut mengembang lagi kepada tiga pelaku lain,” tambah Hari.

Dalam aksinya para tersangka ini, tidak tanggung-taunggung, pelaku berhasil mengasak ratusan plat besi yang kemudian dijual kepada penadah berinisial J di wilayah Osowilangun. Hingga perusahan mengalami kerugian sekitar 500 juta lebih.

Baca Juga  Satpol PP Panggil Dua Pemilik RHU Yang Melanggar Pakta Integritas

“Pelakunya ada Satpam, kernet, sopir, kepala gudang. Pengakuannya dua kali melakukan perbuatan pencurian, namun ketika di audit ada nilai kerugian besar sekitar 528 juta lebih,” imbuh Hari.

Atas tindak kejahatan itu, pelaku terancam terjerat pasal 363 KUHP dengan pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 900 juta dan pasal 374 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Dari mereka, polisi mengamankan uang tunai sebesar 29.460.000 hasil penjualan plat besi diantaranaya plat strip sebanyak 162 buah, stok ex Spindo, stok aval bandingin, stok Banesser dan data stok opname plat strip milik perusahaan.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaSadis! Seorang Pria Tewas Diduga Ditebas Sajam
Berita berikutnyaBawa Dokumen Dugaan Korupsi Anggaran Covid-19 Tahun 2020, FKLSM Lapor Kejari Jember

Tinggalkan Balasan