3 Hari Tak Dilengkapi, Gerai Rapid Test Bakal Ditutup

64
Sidak gerai rapid test di wilayah pelabuhan ketapang. (FOTO:Rochman)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Tim gabungan menemukan gerai layanan rapid test antigen di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ternyata belum memenuhi syarat.

Rata – rata gerai rapid test antigen yang pada Rabu 5 Januari 2022 disidak tim gabungan tidak memiliki IMB dan tempat cuci tangan yang tidak layak.

Fakta itu ditemukan tim gabungan di gerai rapid test antigen milik mantan Kepala Desa Ketapang Slamet Kasiono. Lokasinya di selatan SPBU Farly Ketapang.

Di sini petugas yang memeriksa kelengkapan dokumen menemukan bahwa lokasi gerai tidak dilengkapi IMB. Selain itu tempat cuci tangan juga tak layak padahal per hari mampu melayani 100 rapid test antigen.

Slamet Kasiono mengaku siap untuk melengkapi dokumen yang belum lengkap. Ia bahkan siap mengikuti arahan petugas gabungan.

Baca Juga  Kapolresta Banyuwangi Diganti, Kombes Nasrun Jabat Dirreskrimsus Polda NTB

“Kita senang, ini sifatnya pembinaan, dengan seperti ini semua bisa tertib. Prinsipnya setuju dengan pembinaan, dievaluasi lagi, kedepanya kurang apa dicukupi lagi,” kata Slamet Kasiono.

Di Klinik Laboratorium Bakti Analisa petugas gabungan mendapati bahwa faskes ini beroperasi di luar kantor induk. Selain itu pengelola klinik tak mampu menunjukkan IMB serta ada pegawai yang belum dikontrak.

Loading...

Di klinik ini tim gabungan menemukan limbah domestik yang dibuang sembarangan di area klinik. Temuan itu membuat tim gabungan marah karena pihak pengelola beralibi bukan limbah medis.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan, sidak tim gabungan TNI, Polri, Dinkes, Satpol PP, KKP serta Dinas Perijinan sebagai tindak lanjut sikap persuasif yang ditempuh sebelumnya.

Baca Juga  Selain Buku Catatan dan Timbangan, Polisi Surabaya juga Temukan Boneka

“Sidak ini untuk memastikan bahwa list dokumen kelengkapan klinik yang kami kirim sebelumnya telah dibaca. Ada sebagian persyaratan yang telah dilengkapi, ada sebagian yang belum,” jelas Amir Hidayat kepada wartawan.

Beberapa syarat yang belum dilengkapi gerai rapid test antigen di sekitar Pelabuhan Ketapang adalah IMB, SDM dan limbah.

“Untuk IMB agar klinik diberi rekomendasi, lokasinya bisa pindah ke bangunan yang punya IMB. Atau pengelola bisa menunjukkan bukti pengurusan IMB. Soal limbah medis mereka sudah kerjasama dengan pihak ketiga. Untuk limbah domestik ada yang dibuang sembarangan ,” jelas Amir Hidayat.

Untuk syarat yang belum dilengkapi diberi toleransi tiga hari. Apabila tiga hari tak juga dipenuhi akan dikeluarkan rekomendasi penutupan. ***

Loading...
Artikulli paraprakPuluhan Gram Diamankan dari Pengedar Arjasa dan Kangean Madura
Artikulli tjetërIrjen Pol Nico Afinta Hadiri Launching Vaksinasi Merdeka Anak oleh Kapolri, Targetkan 2,5 Juta Dosis

Tinggalkan Balasan