Peternak Sapi Pilih Cara Tradisional Antisipasi PMK

17

JEMBER, (kabarjawatimur.com) – Para peternak sapi di Kecamatan Mumbulsari memilih cara tradisional untuk mengantisipasi penyebaran virus penyakit mulut dan kuku.

Menurut salah seorang peternak, Muhdir para peternak memilih cara tradisional selain dilakukan vaksinasi untuk menjaga kesehatan hewan ternak.

“Sebagai langkah antisipasi, kami para peternak unggulan di (Kecamatan) Mumbulsari ini sudah melakukan antisipasi. Sehingga dari awal soal kesehatan sapi kita prioritaskan. Karena ini berkaitan dengan customer,” kata Muhdir saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di lokasi peternakan miliknya, Jumat (13/5/2022).

Salah satu upaya mengantisipasi wabah PMK itu, lanjut Muhdir, dilakukan dengan cara tradisional dengan melakukan pengasapan.

“Penanganan khusus secara tradisional juga dilakukan. Sore dan malam itu dilakukan penguapan atau pengasapan, untuk antisipasi. Karena (diyakini) mungkin (PMK) ini berasal dari serangga. Itu penanganan yang kami lakukan,” katanya.

Loading...
Baca Juga  Polemik Realisasi BPNTD Tuban, 2021 Carut Marut 2022 Lelet

“Dengan cara membakar jerami yang ditempatkan dalam tong dan ditaruh dibeberapa titik samping kandang hewan ternak sapi,” sambungnya menjelaskan.

Kemudian untuk kegiatan rutin menjaga kesehatan hewan ternak sapi, katanya, juga dilakukan vaksinasi.

“Untuk menjaga kesehatan hewan ternak sapi, kita beri vitamin, antibiotik dan sebagainya,” kata pria yang memiliki 42 hewan ternak sapi di peternakan miliknya.

“Dulu (sebelum ada wabah PMK) sebulan sekali injeksi. Tapi sekarang karena ada PMK, selama ada gejala walaupun tidak parah kita tangani. Antibiotik, dan vitamin ini,” katanya.

Terkait kondisi hewan ternak sapi di lokasi peternakan miliknya, kata Muhdir, dinilai masih baik.

“Untuk kondisi sapi Alhamdulillah masih baik. Tapi pengawasannya antibiotik dan vitamin itu,” imbuhnya. (*)

Baca Juga  Pemkab Lamongan Fasilitasi Mudik Gratis

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Geledah Gudang di Rangkah Surabaya, Pemilik Migor Ilegal
Artikulli tjetërTargetkan Naik Kelas Jadi Negara Maju, Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia

Tinggalkan Balasan