13 Hari Belum Ditemukan, Keluarga Nahkoda Kapal TB Immanuel WGSR 3 di Banyuwangi Gelar Tahlilan

277
Do'a tahlil bersama di kediaman nahkoda kapal TB Immanuel 3 di Banyuwangi (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Tiga belas hari belum ditemukan, keluarga besar nahkoda kapal Tug Boat Immanuel WGSR 3, Rustam Efendi menggelar istighosah dan tahlil di kediamannya di Dusun Cangkring, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Kali ini mereka berdo’a agar diberikan keajaiban oleh sang pencipta terhadap 10 anak buah kapal (ABK) kapal Tug Boat Immanual WGSR 3 yang hilang kontak.

Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak di perairan Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Kamis, (6/8/2020) sekitar pukul 07.50 WIB. Namun Kapal tugboat terakhir bisa berkomunikasi dengan pihak kapal pada Kamis (30/7/2020) lalu.

“Kami hanya bisa pasrah apapun yang terjadi. Dan semoga ada keajaiban,” kata Deo Ivan Rivaldi, salah satu anggota keluarga ABK kapal Tug Boat Immanuel WGSR 3, Jum’at (14/8/2020).

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Hadiri Deklarasi Jejaring Panca Mandala

Hingga saat ini, keluarga masih belum mendapat perkembangan pencairan korban. Deo berharap, agar tim pencarian kapal Tug Boat Immanuel terus berusaha mencari keberadaan 10 ABK kapal tersebut.

Loading...

“Kami sekeluarga menggelar tahlil ini agar keluarga kami bisa segera ditemukan dan pulang dalam keadaan selamat,” jelasnya.

Bahkan, tahlil tersebut sebagai bentuk ihtiar batin keluarga mengharap kelurganya segera ditemukan. Ia mengaku masih berat untuk menerima kenyataan tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari mengatakan, bahwa dari pihak Basarnas telah melakukan pemapelan melalui VTS (Vessel Traffic Service) dan SROP Makassar.

“Kami (Basarnas) pada Jumat, 7 Agustus 2020 telah melakukan pencarian terhadap 12 orang korban yang dilaporkan hilang, dua telah ditemukan selamat dan berada di Pulau Sapuka Besar. Yang selamat adalah ABK dari kapal tongkang,” kata Mustari, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga  Kapolsek Baru Harapkan Kekompakan Layani Masyarakat Kedungadem

Mustari menjelaskan, selama tiga hari terakhir, pencarian dilakukan di sekitar Pulau Sangiang dan Pulau Sabalana dengan menggunakan KN Sar Kamajaya.

“Akan tetapi, hingga Minggu petang belum menemukan petunjuk keberadaan kesepuluh ABK tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakHujan Disinfektan di Kota Jember PMI Kerahkan Dua Armada Gunner
Artikulli tjetërOrang Diduga Stres Bawa Sajam ‘Teror’ Polres Jember

Tinggalkan Balasan