128 Kepala Desa Terpilih di Banyuwangi Resmi Dilantik, Ini Pesan Bupati Anas

69
Ratusan Kepala Desa saat dilantik Bupati Banyuwangi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Sebanyak 128 Kepala Desa (Kades) terpilih di Banyuwangi telah resmi dilantik oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pada Rabu (20/11/2019).

Bupati Anas pun berpesan kepada seluruh kades tentang pentingnya penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dari tingkat desa.

Anas mengatakan, penguatan SDM telah menjadi program kerja daerah yang selaras dengan program nasional dari Presiden Joko Widodo. Anas pun meminta kades turut mendukung program tersebut.

“Sekarang visi membangun bukan hanya infrastruktur fisik, tapi mempersiapkan SDM unggul untuk masa depan generasi yang berkualitas. Dan kunci SDM unggul bukan hanya masalah pendidikan saja, tapi juga kesehatan yang dimulai dengan asupan gizi sejak dalam kandungan,” kata Bupati Anas saat memberi pesan kepada ratusan Kades usai pelantikan.

Anas lalu mencontohkan program One Student One Client yang kini tengah digeber Banywuangi. Dimana satu mahasiswa kesehatan mendampingi satu orang ibu hamil untuk memantau kesehatan hingga masa nifas dan menyusui.

Baca Juga  Jalin Sinergitas dengan Ulama-Umaro, Kapolres Magetan Ajak Jaga Kamtibmas

“Program ini basis datanya didapat dari puskesmas. Untuk itu, ibu hamil perlu diajak secara aktif untuk datang ke puskesmas. Dari puskesmas, mahasiswa yang ada bisa memantau rutin ibu-ibu hamil dan anggota keluarganya yang lain. Sehingga resiko kehamilan dan penyakit lainnya bisa diminimalisirkan,” kata Anas.

Menurut Anas, program-program inovasi ini merupakan ikhtiar untuk menjamin kecukupan gizi anak. “Karena 1.000 hari pertama kehidupan sejak awal embrio sampai dua tahun adalah window of opportunity, fase terpenting kehidupan manusia. Begitu ada keliru, bisa memengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Saya minta desa juga memperhatikan hal ini,” kata Anas.

Loading...

Memperkuat SDM daerah juga dilakukan dengan memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama dalam mengenyam pendidikan. Kades harus bisa memastikan bahwa tidak ada anak putus sekolah yang tidak diurus di wilayahnya. Banyuwangi sendiri punya program Beasiswa hingga Satgas Garda Ampuh yang memburu anak putus sekolah agar bisa bersekolah kembali.

“Cari masalahnya kenapa sampai anak putus sekolah. Lalu koordinasi dengan sekolah, kecamatan serta pemkab. Semua ada solusinya, selama kades ada upaya,” kata Anas.

Baca Juga  Pria ini Nyaris Dihajar Warga Setelah Pura Pura Belanja

Sementara itu, Anas juga menyebutkan, jika program-program tersebut tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya kepemimpinan (leadership) yang kuat. Untuk bisa menjadi pemimpin yang kuat, Anas meminta kades jangan takut membuat sebuah keputusan selama untuk kepentingan warga yang lebih besar.

“Selama mengacu kepada kemaslahatan yang lebih besar, jangan ragu. Jangan takut dirasani. Jadi pemimpin juga harus detail. Jika detail, akan mudah dieksekusi serta dapat diukur dengan jelas capaiannya,” terangnya.

Anas juga menyinggung soal pengembangan pariwisata di desa. Di tengah kelesuan ekonomi global dan nasional, pariwisata menjadi sektor yang dinilai mampu mendongkrak perekonomian dari hulu hingga hilir.

“Kami mengharapkan satu desa ada satu destinasi wisata yang berbasis dengan potensi desa masing-masing. Pariwisata telah terbukti mampu mendongkrak ekonomi Banyuwangi,” pungkas Anas. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaUndangan Sepihak Bikin Resah, Ketua BPD Sumberagung Banyuwangi Anggap Sudah Tak Ada Masalah
Berita berikutnyaPemprov Jatim Tetapkan UMK Tahun 2020 Tertinggi Rp 4,2 Juta

Tinggalkan Balasan