12 RHU Dharmo Park Diduga Tanpa Izin

60

*Ada yang Tawarkan Layanan Plus-Plus Rp 300 Ribu

SURABAYA (kabarjawatimur.com) “Silahkan mampir mas, ada cewek, bayar Rp 300
ribu bisa puas”, itulah hal pertama kita dengar saat masuk ke sekitaran Ruko Dharmo Park Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya.

Lokasi ruko dengan luas lebih dari 20 hektar tersebut didapatkan banyaknya tempat rumah hiburan umum (RHU).

Dari tawaran yang di lontarkan oleh beberapa laki-laki di sekitaran depan tiap RHU kepada para pengunjung mampu memberikan fasilitas penuh hingga bersetubuh dengan para wanita pekerja massange.

Dari maraknya RHU dan iming iming wanita yang di sajikan sekitaran ruko Dharmo Park, ternyata tidak memiliki izin yang semestinya harus di kantongi.

Hal tersebut yang pernah dilontarkan oleh Sat Intelkam Polrestabes Surabaya, bahwasanya terdapat 2 cafe diskotik dan 12 jasa pijat tradisional (massage) yang berada di area ruko Dharmo Park di cabut perizinan keramaian.

Baca Juga  Dihadiri langsung Ketum DPP, Pelantikan KNPI Jember Berkonsep Unik

Seperti yang pernah diberitakan oleh kabarjawatimur.com, pihak Sat Intelkam Polrestabes Surabaya telah memberhentikan izin keramaian usaha hiburan umum yang kesemuanya berada di ruko Dharmo Park, pengecualian satu tempat yaitu diskotik Lido.

Loading...

12 massage dan 1 cafe diberentikan surat izin keramaian yang berjangka 3 bulan.Alasanya dihentikan dikarenakan 13 RHU tersebut belum memiliki izin TDUP (tanda dafar usaha pariwisata).

Dari keterangan yang disampaikan oleh petugas unit perizinan dari Sat Intelkam Polrestabes Surabaya tentang pemberhentian izin keramaian, dibenarkan oleh salah satu pengelolah RHU di ruko Dharmo Park.

Tutik selaku pengelola mewakili Endang pemilik RHU memberikan keterangan kepada awak media. “Bahwasanya izin keramaian belum pernah di perpanjang sejak tahun 2015. Dan saya tidak tahu itu urusan Ibu Endang,” ujar Tutik.

Baca Juga  Dishub Jember Salurkan Subsidi BBM Ojol-Opang Tahap 3-4, Pengemudi Ojol: Sangat Membantu Sekali

Walikota Surabaya Risma Maharani menyatakan bahwa tidak akan menyetujuan izin TDUP tiap RHU di ruko Dharmo Park, Surabaya.

Keterangan yang dilontarkan oleh Walikota Surabaya di kutip oleh petugas Sat Intelkam Polrestabes Surabaya.
Bripka Suroso memberikan keterangan bahwa hasil rapat yang pernah digelar oleh Sat Intelkam bersama Dinas Pariwisata Surabaya.

“Hasil rapat tentang izin keramaian tidak boleh di keluarkan bila sebuah usaha hiburan belum mengantongi TDUP, dan Dharmo Park di black list (menilai hitam) oleh Walikota Surabaya,” ujar Suroso.

Repotter: Rusmiyanto, Editor: Budianto, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakMenipu Bermodus Rekrutmen Calon Satpam
Artikulli tjetërSekda Ingatkan Pejabat Tak Boleh Cuti Tahun Baru

Tinggalkan Balasan